BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Pendidikan
luar sekolah (out of school education) dalam wikipedia adalah
pendidikan yang dirancang untuk membelajarkan warga belajar agar mempunyai
jenis keterampilan dan atau pengetahuan serta pengalaman yang dilaksanakan di
luar jalur pendidikan formal (persekolahan).
Dalam Sudjana
(1991; 13) menerangkan, bahwa pendidikan luar sekolah merupakan konsep yang
muncul dalam studi kependidikan. Konsep pendidikan luar sekolah muncul atas
dasar hasil observasi dan pengalaman langsung dan tidak langsung. Hasil
observasi dalam pengalaman ini kemudian dibentuk sehingga dapat diketahui
persamaan dan perbedaan ciri-ciri antara pendidikan luar sekolah dengan
pendidikan sekolah, persamaan keduanya seperti,1) kegiatannya sengaja, 2) terorganisasi,
3) melibatkan pengajar dan peserta didik. Sedangkan perbedaan di antara
keduanya adalah:1) bahan ajar, 2) jadwal, 3) tempat belajar, 4) sumber belajar,
dan 5) hasil belajar..
B.
TUJUAN KUNJUNGAN
·
Museum karst
·
Waduk Gajah
Mungkur
·
Perpustakaan
Wonogiri
·
Pasar Kota
wonogiri
BAB II
PEMBAHASAN
A.
MUSEUM
KARST
Wonogiri merupakan salah satu kabupaten yang
berada di bagian tenggara wilayah Provinsi Jawa tengah, Indonesia. Wilayah
seluas 1.822.037 kilometer persegi ini memiliki berpuluh-puluh gua karst yang
terbentuk secara alami. Gua-gua ini terbentuk akibat proses evolusi bumi dan
pukulan arus air secara terus menerus selama berabad-abad lamanya. Sehingga
banyak gua di Wonogiri ini terdapat sungai bawah tanah seperti Gua Mrica, Gua Proto, Gua Tembus, Gua Sapen, Gua Sonya Ruri, Gua Sodong atau Gua
Gilap.
Oleh
karena alam Wonogori banyak terdapat gua-gua karst yang sangat menakjubkan maka
dibangunlahMuseum Karst Wonogori di Desa Gebangharjo, Kecamatan
Pracimantoro yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kala itu
pada tanggal 30 Juni 2009 ini merupakan Museum Karst terbesar dan terunik di
Indonesia bahkan dunia.
Gua-gua
di Wonogiri ini memiliki stalaktit dan stalagmit yang sangat indah dan
menakjubkan sehingga tak salah bawah Pemerintah Kabupaten Wonogiri membangun
Museum Karst Indonesia untuk dunia.
Menurut
pemerintah setempat, Museum ini memang sengaja dibangun di kawasan pebukitan
Gamping. Hal ini bertujuan agar para wisatawan yang berkunjung dapat belajar
mengenai Batuan Karst dan sejarah gua. Selain sebagai tempat wisata, berkunjung
ke Museum Karst Wonogiri ini Anda akan mendapatkan nilai pendidikan dan turut
menjaga keberadaan situs-situs di sekitar Museum Karst Wonogiri.
Selain
adanya Museum Karst Indonesia, Wonogiri juga menawarkan tempat wisata lainnya
yang layak Anda kunjungi. Baik itu Wisata Spiritual, Wisata Alam, Wisata Budaya
dan Sejarah atau tempat wisata lainnya seperti objek wisata Waduk Gajah Mungkur, Wisata Gantole atau sebuah situs bersejarah
Kahyangan, Tempat bersemedi Danang Suto Wijoyo atau yang lebih dikenal dengan
sebutanPanembahan Senopati, Raja
pertama Kerajaan Mataram Islam.
Museum
yang terletak di kawasan Wisata
Gua Pracimantoro ini
memberlakukan tiket masuk sebesar Rp. 3.000,- untuk hari biasa dan Rp. 4.000,-
pada hari libur. Bagi Anda yang membawa kendaraan sendiri dikenakan biaya untuk
roda empat sebesar dari Rp. 3.000,- hingga Rp. 10.000,- sedangkan untuk
kendaraan roda dua dikenakan biaya Rp. 1.500,-.
Bagi
Anda yang tertarik dan ingin berlibur ke kota Wonogiri, Museum Karst Wonogiri ini
salah satu tempat wisata eduktif yang memiliki nilai budaya yang tinggi serta
beberapa objek wisata lainnya di Wonogiri yang layak Anda kunjungi.
B. WADUK GAJAH MUNGKUR
Waduk Gajah Mungkur adalah sebuah waduk yang terletak 6 km di selatan Kota kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah.
Perairan danau buatan ini dibuat dengan membendung sungai terpanjang
di pulau Jawa yaitu
sungai Bengawan Solo.
Dinamakan Gajah Mungkur, karena lokasinya yang tak jauh dari Pegunungan Gajah
Mungkur disebelah barat waduk. Luas Daerah Tangkapan Air (DTA) waduk ini mencapai 1.350 Km dengan pintu masuk melalui beberapa sungai besar
yaitu Bengawan Solo,
Sungai Kaduang, Sungai Tirtomoyo, Sungai Parangjoho, Sungai Temon, dan Sungai
Posong. Luas genangan maksimum Waduk Gajah Mungkur adalah 88.000 Hektar
mencangkup 7 kecamatan yaitu Kecamatan Wonogiri, Ngadirojo, Nguntoronadi, Baturetno, Giriwoyo, Eromoko,Kecamatan Wuryantoro. Sedangkan bangunan bendungan berada di Desa
Pokohkidul, Kecamatan Wonogiri.
Pembangunan
Pembangunan Waduk Gajah Mungkur direncanakan sejak tahun
1964 dengan fungsi utama sebagai pengendali banjir di SungaiBengawan Solo.
Kemudian rencana induk pembangunanya dirumuskan pada tahun 1972-1974 dengan
bantuan Overseas Technical Cooperation of Jepang. Lalu mulai dibangun pada
akhir tahun 1976-1981 dan mulai beroperasi pada tahun 1982. Pengerjaan pembangunan Waduk Gajah Mungkur dilakukan
secara swakelola oleh 2.500 pekerja bersama dengan 35 konsultan Nippon Koei Co
Ltd Jepang. Untuk membangun waduk ini harus menenggelamkan 51 desa di 6 kecamatan.
Sehingga pemerintah memindahkan 67.515 Jiwa penduduk yang tergusur perairan waduk dengan transmigrasi bedol
desa di Tahun 1976 ke Provinsi Sumatera
Barat,Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan.
Waduk ini direncanakan bisa berumur sampai 100 tahun. Namun, sedimentasi yang
terjadi menyebabkan umur waduk ini diperkirakan tidak akan lama. Perum Jasa
Tirta Bengawan Solo kewalahan untuk melakukan perawatan terhadap Waduk Gajah
Mungkur yang menjadi tugasnya. Kerusakan daerah aliran sungai (DAS) yang parah
menyebabkan sedimentasi waduk sangat tinggi.[1].
Pemanfaatan
Waduk Gajah Mungkur dibangun sebagai pengendalian banjir
(flood control) sungai Bengawan Solo, dari 4000 m3/detik menjadi 400 m3/detik,
sesuai kapasitas maksimum alur sungai di hilir bendungan. Selain itu Waduk
Gajah Mungkur bisa mengairi sawah seluas 23.600 ha di daerah Kabupaten Sukoharjo,Kabupaten Klaten, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sragen.
Selain untuk memasok air minum Kota Wonogiri dan
sekitarnya juga menghasilkan listrik dari PLTA sebesar 12,4 MegaWatt.Pada saat ini pembangkit listrik
PLTA ini dikelola oleh anak perusahaan PLN, yaitu PT.Indonesia Power Unit
Mrica. Waduk Gajah Mungkur juga merupakan tempatrekreasi yang
sangat indah. Di sini tersedia kapal boat untuk mengelilingi perairan, juga
sebagai tempat memancing. Selain itu dapat pula menikmati olahraga layang
gantung (Gantole). Terdapat juga taman rekreasi "Sendang" yang
terletak 6 km arah selatan Kota Wonogiri. Pada
musim kemarau, debit air waduk akan kecil dan sebagian dari dasar waduk
kelihatan. Dasar waduk yang di pinggiran dimanfaatkan oleh masyarakat setempat
untuk menanami tanaman semusim, seperti jagung.
C. PERPUSTAKAAN WONOGIRI
Informasi merupakan asset Perpustakaan yang sangat penting dalam
memenuhi kebutuhan para Pemustaka. Transformasi ilmu pengetahuan yang merupakan
fungsi Perpustakaan dapat terwujud dengan optimal. Karena semua informasi
tercetak maupun terekam yang tersedia di Perpustakaan dapat dimanfaatkan oleh
semua komponen masyarakat.
Diakui atau tidak bahwa informasi merupakan alat vital bagi
perkembangan peradaban suatu bangsa. Sebegitu pentingnya Alfin Tofler
menyatakan dalam Kredonya” Hanya Bangsa yang paling menguasai informasi yang
akan keluar sebagai pemenang di tengah dunia yang hiruk-pikuk oleh deru
persaingan dan kemudian tampil sebagai pengawal peradaban sejagad”.
Informasi dari berbagai penjuru dunia begitu pesat menyebar ke
seluruh lapisan masyarakat dan setiap orang bisa mengaksesnya dengan mudah dan
cepat. Ruang dan waktu semakin mudah untuk ditembus seakan tidak ada lagi
tembok yang menjadi penghalang antar negara. Yang sering diistilahkan dengan
Dunia global.
Seiring dengan pertumbuhan zaman yang semakin pesat, Pemerintah
Daerah mengambil langkah tepat dalam mencari formula untuk mencerdaskan
masyarakat. Salah satunya adalah didirikanya perpustakaan sebagai sarana
penunjang dari proses pendidikan kepada masyarakat. Sehingga tradisi gemar
membaca di kalangan masyarakat akan tumbuh dengan baik karena dirangsang oleh
perpustakaan yang memberikan bahan bacaan yang disukai oleh masyarakat.
Dengan Kesadaran untuk membaca semakin tinggi dimungkinkan
peradaban manusia akan selalu tumbuh berkembang mengikuti perkembangan zaman.
VISI DAN MISI
A. VISI
“Arsip dan Perpustakan
sebagai sumber informasi, Gerbang Inspirasi dan Warisan Budaya”
B. MISI
·
Meningkatkan
Pemberdayaan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah.
·
Meningkatkan sistem pengelolaan arsip dan Perpustakaan secara
terencana & tata tertib
·
Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas sumber Daya Manusia dibidang
kearsipan dan Kepustakaan.
JENIS LAYANAN
1. Layanan
Sirkulasi
2. Layanan
Referensi / Rujukan
3. Layanan
Audio Visual & Pemutaran Film
4. Layanan
Bercerita ( Story Telling )
5. Layanan
Perpustakaan Keliling
6. Layanan
Internet Gratis
BAHAN
PUSTAKA YANG TERSEDIA
·
Karya
Umum
·
Filsafat
dan Psikologi
·
Agama
·
Ilmu-ilmu Sosial
·
Bahasa
·
Ilmu-ilmu Murni (Pasti/Alam)
·
Ilmu-ilmu Terapan (Tekhnologi)
·
Kesenian, dan Olah Raga
·
Kesusasteraan
·
Geografi dan Sejarah Umum
·
Fiksi
SISTEM LAYANAN
Perpustakaan Daerah Kab. Wonogiri menggunakan sistem layanan
terbuka, pengunjung perpustakaan bebas memilih koleksi yang dikehendaki
langsung mengambil di rak buku.
SYARAT
KEANGGOTAAN
1. Penduduk
Kabupaten Wonogiri;
2. Mengisi
Formulir yang telah tersedia;
3. Mendapat
pengesahan;
·
Karyawan dari Kepala Kantor;
·
ABRI dari Komandan;
·
Umum dari Kepala/Sekretaris Kelurahan;
·
Mahasiswa dari Dekan/Direktur atau Kelurahan setempat;
·
Pelajar dari Kepala Sekolah atau Kelurahan setempat;
4. Setiap
Anggota yang memenuhi persyaratan akan diberikan kartu anggota yang berlaku 1
tahun terhitung tanggal penerbitan dan dapat diperpanjang sesuai prosedur dan
persyaratan yang berlaku serta mengganti biaya laminating sebesar Rp. 3.000,-
5. Menyerahkan
Pas Foto Ukuran 2X3 Sebanyak 2 (dua) lembar;
6. Foto
Copy KTP. SIM atau Kartu Pelajar rangkap 1 (satu);
7. Kartu
Anggota Perpustakaan tidak boleh dipergunakan oleh orang lain.
KETENTUAN PEMINJAMAN
1. Semua
pengunjung bukan anggota dapat memanfaatkan koleksi ditempat, difotocopy untuk
bahan referensi, tidak dipernankan dibawa pulang.
2. Yang
boleh meminjam ( dibawa pulang) yang sudah tercatat sebagai anggota
perpustakaan.
3. Setiap
ANGGOTA berhak meminjam dibawa pulang, apa saja buku yang dibutuhkan yang
tersedia di perpustakaan kecuali :
a.
Buku-buku Referensi;
b.
Majalah dan Surat Kabar;
c.
Setiap Anggota diperbolehkan meminjam buku maksimal 3 ( tiga)
eksemplar satu kali pinjam
4. Apabila
buku-buku yang sedang dipinjam belum dikembalikan, anggota tidak dapat meminjam
buku-buku yang lain.
5. Jangka
waktu peminjaman ditetapkan 7 ( Tujuh ) hari sejak tanggal meminjam buku
6. Buku-buku
yang dipinjam harus dikembalikan selambat-lambatnya pada tanggal yang telah
ditetapkan sebagai tanggal habis waktu pinjam.
7. Para
peminjam yang telah melalaikan kewajiban mengembalikan buku lebih dari 1 (satu)
bulan diberi peringatan tertulis.
1. PNS dialamatkan kepada Pimpinan setempat
2. Pelajar dialamatkan yang bersangkutan
dan tembusanya ke Kelurahan dan kepala sekolah masing-masing.
SANKSI
Apabila
buku yang dipinjam hilang / rusak, peminjam harus segera melaporkan kepada
petugas Perpustakaan:
§ Peminjam
mengganti buku yang dipinjam sesuai judulnya;
§ Peminjam
bisa mengganti uang sebesar harga buku yang dipinjam;
§ Keterlambatan
pengembalian buku dikenakan denda Rp. 200,- per hari per buku.
JAM
BUKA LAYANAN
1. SENIN-KAMIS
: 07.00-16.00 WIB
2. JUM’AT
: 07.00-11.00 WIB (PAGI)
:
13.00-16.00 WIB (SIANG)
3. SABTU :
07.00-15.00 WIB
4. HARI
MINNGU DAN HARI BESAR TUTUP
KOLEKSI
Sampai
dengan akhir tahun 2008 Perpustakan Daerah Kabupaten Wonogiri mempunyai
koleksi:
1. Buku
Non Fiksi
2. Buku
Fiksi
3. Majalah
4. Surat
Kabar
5. Tabloid
C.
PASAR
KOTA WONOGIRI
Pasar Kota Wonogiri
Pasar di Wonogiri, Jawa Tengah
Segera tutup: 17.00 ⋅ Buka pukul 06.00
Pengembangn
pasar kota wonogiri ini sudah direncanakan sejak tahun 1997 oleh pemerintah
daerah setempat dengan menyertakan pihak ketiga dalam hal investasi dan
pembangunannya. Akan tetapi kenyataan yan ada menunjukkan belum terealisasinya
pembanunan pasar karena berbagai kendala yang dihadapi baik dari pihak
pemerintah maupun dari masyarakat pedagang pasar serta kurangnya
pendekatan-pendekatan secara menyeluruh dan komprehensif antara pihak-pihak
yang terkait. Permasalah yang ada sekarang bahwa keberadaan Pasar Kota Wonogiri
sekarang ini dirasakan kurang memadai baik dalam kualitas maupun kuantitasnya.
Luasan bangunan sangat terbatas untuk dapat menampung para pedagang yang
semakin bertambah serta lahan parkir yang tersedia sangat kurang didalam
menampung jumlah kendaraan yang keluar masuk, sehingga jalan raya sebagai jalan
utama pasar menjadi semakin sempit karena digunakan sebagai lahan parkir. Hal
tersebut ditambah dengan termakannya arena pedestrian disepanjang jalan raya
oleh keberadaan PKL, sehingga wajah bangunan pasar menjadi kabur dan kurang
representative bahkan yang terlihat hanyalah deretan tenda-tenda PKL. Aktifitas
bongkar muat barang yang semula direncanakan dari jalan di belakang pasar
mengalami perpindahan yaitu dari jalan raya di depan pasar karena factor
kedekatan dan kemudahan dalam hal pencapaian. Melihat arah kebijaksanaan
pembangunan serta potensi dan kendala ada di atas, Kabupaten Wonogiri sebagai
kota yang sedang membangun memerlukan sebuah Pasar Kota yang representative dan
mampu melayani kebutuhan masyarakat kota khususnya barng-barang kebutuhan
sehari-hari serta mampu pengatasi permasalahan- permasalahan yang timbul
sekarang ini. Disamping itu perlu adanya peningkatan baik kualitas maupun
kuantitas terhadap fasilitas-fasilitas pendukung yang lain untuk lebih
memantapkan peran pasar kota di dalam melayani kebutuhan masyarakat.
BAB III
PENUTUP
KESIMPILAN
Pendidikan Luar Sekolah (PLS) yang kita lakukan
yaitu dengan mengujungi beberapa Kunjungan Wisata yaitu
1. Museum Karst Wonogiri,
2. Waduk Gajah Mungkur,
3. Perpustakaan Wonogiri dan
4. pasar kota wonogiri




Komentar
Posting Komentar